Minggu, 28 Februari 2016

Jalan Keluar Dari Sebuah Masalah

Suatu hari seorang teman datang kepada saya. Dia mengeluarkan unek-uneknya tentang IPK-nya yang tidak bisa memenuhi standar untuk membuat Tugas Akhir. Saya jadi teringat bagaimana nasib Tugas Akhir yang (di dalam mimpi) sedang saya kerjakan. Berat rasanya setiap kali saya memikirkan Tugas Akhir ini.

Memikirkan.
Hanya memikirkan.
Tidak pernah dikerjakan.

Itu masalahnya. Lalu bagaimana jalan keluarnya???

Mengenai Tugas Akhir, saya rasa hanya tinggal eksekusinya saja, karna memang, selain filsafat dan sesuatu yang cabul, kita tidak akan menciptakan sesuatu hanya dengan memikirkannya saja. Ora et labora. Ini penting. Melakukan sesuatu tanpa meminta berkat dari Sang Pencipta adalah sia-sia. Jadi sih jadi, tapi sia-sia. Gak tau juga sebelah mananya yang sia-sia. Pokoknya gitulah teorinya. Saya percaya, bahwasanya Sang Pencipta semesta itu baik. Dia tidak akan tinggal diam melihat ciptaannya di dalam kesusahan. Dia mungkin tidak mengeluarkan kita dari masalah, tapi Dia memberikan kita kekuatan untuk melalui itu semua. Dia memberikan saya dan anda kemampuan untuk melihat jalan keluar dari setiap masalah dan setiap peluang dari masalah. Dia memberikan kemampuan, bukan...........bukan kepada anda, tapi kepada saya, yaitu kemampuan menggunakan tombol khusus alt+tab dan ctrl+f, supaya saya bisa membantu teman saya tadi. Saya percaya, dengan kemampuan ini, masalah teman saya tadi bisa diatasi. Ini satu-satunya cara untuk melewati masa-masa sulit itu. Jadi, tolonglah...hargai kemampuan saya itu dengan bayaran yang sepantasnya.




NB: Tulisan ini dibuat oleh seseorang yang sedang sibuk memikirkan Tugas Akhir. Memikirkan. Hanya memikirkan.
Sekali-kali jadi joki her. Sumpah. Cuma sekali.