Senin, 05 Januari 2015

KEJUTAN

Saya bukan orang yang pandai membuat rencana. Itu terbukti ketika saya mencoba merealisasikan resolusi 2 tahun yang lalu. Resolusinya bagus, eksekusinya berantakan.
Bukan karena saya tidak becus menjalankannya, tapi karena saya lupa bahwa saya tidak memperhitungkan bagaimana susahnya melakukan hal-hal yang tidak biasa saya lakukan. Anggaplah ini sebuah pembelaan saya terhadap semua kebodohan saya mengeksekusi semua kesempatan yang sudah lewat. Seperti Mario "apel busuk" Balloteli yang melewatkan 3 kali kesempatan membuat gol di depan gawang de Gea beberapa pekan lalu, saya juga sering melewatkan kesempatan. Tapi saya bukan "apel busuk", saya hanya embun di daun cabe. Apalah itu. Sudahlah.
Semester 3 sudah mau berakhir, ini saatnya saya mencari sedikit kegiatan, saya juga tidak tahu jenis kegiatan nya apa. Tapi yah...saya tidak mau melewatkan kesempatan lagi.
Tadi pagi saya ditawari dua pilihan yang sepertinya lebih menarik dari yang lalu. Tapi saya belum memutuskan ya atau tidak. Lagi-lagi bukan karena saya tidak mau, tapi ada beberapa hal yang  belum saya selesaikan ditempat lain. Dan jika semuanya sudah selesai (mudah-mudahan selesai dengan baik. Amen to that) saya akan berkata "ya, dengan senang hati saya akan melakukannya".
Pilihan yang saya terima kali ini sebetulnya tidak begitu sulit,  tapi dalam beberapa kesempatan, pilihan yang saya dapat lebih sulit dibanding mengatur lini belakang MU yang musim ini lebih mirip jalanan rusak di kota saya. Rancu.
Tidak ada hal besar yang saya rencanakan tahun ini. Saya juga tidak benar-benar tahu seberapa sulitnya kelanjutan hidup saya nanti setelah saya sudah memutuskan pilihan saya. Malaikat tidak tahu, Anak pun tidak. Hanya Bapa di sorga yang tahu. Dan jika tiba saatnya saya sudah memilih, saya akan mengatakan sesuatu kepada Bapa, meniru apa yang Anton Ego katakan ketika Remy bertanya apa yang ingin dia pesan. "Kamulah empunya, beri aku kejutan".